Apresiasi Karya Seni Muda-Mudi, Provinsi Bali Gelar Lomba Ogoh-Ogoh

Apresiasi Karya Seni Muda-Mudi, Provinsi Bali Gelar Lomba Ogoh-Ogoh

DENPASAR - Di tengah pandemi Covid-19 saat Hari Suci Nyepi Saka 1942 bulan Maret lalu, pengarakan ogoh-ogoh dilarang oleh Pemerintah Provinsi (Pemprov) Bali.

Namun, memasuki tatanan kehidupan era baru, sesuai janji Gubernur Bali akan memberikan apresiasi kepada muda-mudi seluruh desa adat se- Bali dengan karya ogoh-ogoh yang sudah dibuat melalui ajang lomba pada bulan Oktober 2020.

Hal tersebut dibenarkan oleh Kepala Dinas Kebudayaan Buleleng, Gede Dody Sukma Aktiva Askara,S.Sos,M.Si saat ditemui di ruang kerjanya, Rabu (5/8/2020).

Dody menjelaskan lomba tersebut nantinya akan dilakukan secara bertahap dari tingkat kecamatan masing-masing memperebutkan tiga besar.

Lalu di tingkat Kabupaten memperebutkan tiga besar. Masing-masing desa adat diwakili saty peserta lomba di setiap kecamatan.

”Akan ada 27 pemenang dari kecamatan memperoleh hadiah masing-masing 5 juta. Sedangkan juara satu, dua dan tiga tingkat kabupaten mendapat hadiah masing-masing Rp50.000.000, Rp35.000.000 dan Rp25.000.000,” jelasnya.

Terkait kriteria lomba, ia menerangkan ogoh-ogoh yang dilombakan adalah yang sudah dibuat saat Nyepi. Tidak boleh membuat yang baru.

Hanya boleh diperbaiki jika ada kerusakan. Kemudian satu desa adat hanya boleh menyertakan satu ogoh-ogoh sebagai perwakilan.

”Pendaftaran lomba tanggal 7 Agustus 2020 dengan mengirim surat pernyataan keikutsertaan dan foto ogoh-ogoh awal yang belum diperbaiki. Nantinya yang sudah bagus akan dinilai dan foto awal tersebut sebagai dasar penilaian,” terang Dody.

Selain itu, Dody mengungkapkan mekanisme lomba ogoh-ogoh. Penilaian tingkat kecamatan akan dilaksanakan pada tanggal 15-25 September 2020 di tempat dan tidak diarak.

Sedangkan di tingkat kabupaten penilaian akan dilaksanakan tanggal 10-20 Oktober 2020 sebanyak 27 nominasi menjadi 3 besar.

“Unsur juri terdiri dari unsur seniman, unsur majelis desa adat dan unsur personil kecamatan maupun kabupaten yang memahami seni patung dan kriya,” katanya.

Puncak pemberian hadiah lomba dilaksanakan pada 31 Oktober 2020 serangkaian pembukaan Festival Seni Bali Jani 2020.

Dana pembinaan lomba ogoh-ogoh bersumber dari APBD Provinsi Bali. Kabupaten hanya memfasilitasi dari proses persiapan sampai penilaian lomba. (***)